Aminah Bint Wahab, Sang Ibunda Muhammad SAW

wanita yang mulia dan dengan segera keistimewaanya yaitu Aminah Binti Wahab, ibu agung Rasulallah

Iklan

aminah ibu muhammad

Siapa yang tak kenal sosoknya. Dari rahimnya lahirlah seorang rasul yang mulia. Namanya terukir indah dalam perjalanan sejarah. Bahkan namanya banyak digunakan orang tua diseluruh dunia untuk memberi nama anaknya dengan namanya. Namanya itu selayaknya doa yang diharapkan mampu menjadi seperti sosoknya yang penuh ketauladanan. Dan wanita yang mulia dan dengan segera keistimewaanya yaitu Aminah Binti Wahab, ibu agung Rasulullah

Lanjutkan membaca “Aminah Bint Wahab, Sang Ibunda Muhammad SAW”

3 Kelebihan Suami Yang Harus Disyukuri Istri

marriedBeberapa hari lalu saya sempat terkejut dengan kabar perceraian seorang teman yang pernikahannya baru seumur jagung. Setahu saya, teman tadi sebelumnya telah berpacaran dengan sang suami cukup lama. Untuk saling mengenal dan pemantapan sering dijadikan untuk menunda memasuki gerbang pernikahan. Berbagai spekulasi selayaknya berita gosip ditelevisi pun ramai beredar. Dan, membuat miris adalah kabar bahwa teman saya yang notabene seorang istri mendua dengan teman suaminya. Dihadapan sang istri, sudah tak ada kebaikan sang suami.

Lanjutkan membaca “3 Kelebihan Suami Yang Harus Disyukuri Istri”

Aku, Bapak dan Kepergiannya


Setiap orang pasti ingin menemani orang yang dicintainya, terlebih jika orang itu adalah orang tua. Namun justru ketika orang yang dicintainya telah melepaskan kehidupan dunia untuk selamanya, justru tak dapat mendampinginya. Setidaknya kata maaf dan perpisahan hanya berupah kata hampa. Takdir lebih memilih jalannya sendiri kapan menjemput orang yang dikehendakinya.
Saya tahu betul keluarga tak akan menghubungi saya yang berada diluar kota jika bukan karena hal yang penting. Jika bapak hanya sakit, itu sudah terlalu biasa. Bahkan ketika Bapak untuk ke sekiannya masuk rumah sakit, saudara saya yang berada diluar kota akan dihubungi dengan catatan kata “bapak tidak apa”, dan “usahakan” untuk pulang. Semua itu lebih pada emak dan saudara saya yang lain yang dekat rumah berusaha untuk menyelesaikannya sendiri tanpa harus membuat bingung keluarga yang berada diperantauan. Tapi telpon kali ini mengisyaratkan saya harus pulang. Bahkan hari itu juga saya harus bersiap dan akan dijemput kakak saya yang menunggu kapalnya sandar.

 

Sebenarnya menunggu kakak saya datang rasanya seperti setahun yang lama. Tak pantas mengatakan andai, tapi seandainya saya boleh berandai maka jika saya dulu sudah berpengalaman seperti sekarang tanpa menunggu kakak saya akan pulang. Tapi justru ketika itu saya masih bau kencur dan anak gunung. Jangankan untuk jalan pulang, naik kendaraan umum pun jarang. Apa daya saya hanya bisa menunggu kakak saya datang yang bisa dipastikan mempunyai perasaan yang sama dengan sama ingin segera pulang.
Rasanya tubuh ini lunglai, nafas terhenti dan cahaya mata entah hilang kemana. Ketika kakak saya datang, sembari menguatkan serta mengabarkan kepergian bapak. Mengapa sekarang Pak, ketika saya belum bisa mengucapkan maaf dan terima kasih atau memeluk tubuh tua ringkih untuk terakhir kali. Dan sampai rumah, saya tak menemukan jasad itu lagi. Hanya kamar kosong dan kasur lusuh yang telah engkau tempat engkau mengahabiskan waktu setiap hari.
Jika saya boleh meminta rasanya tak adil bapak pergi setelah hanya seminggu saya tinggal pergi untuk sebuah cita-cita. Sebelumnya pun tak ada tanda. Jika pun sakit, bapak telah empat tahun setengah terkena stroke yang menyebabkan hanya bisa berada diatas kasur saja. Bahkan menurut cerita emak sebelum bapak meninggal, malah beliau kelihatan sangat sehat.
Pagi itu seperti biasa bapak mandi. Emak dan kakak ku lah yang menggendongnya. Sudah menjadi kebiasaan jika mandi bapak bisa sangat lama. Membersihkan seluruh anggota tubuhnya. Bahkan beliau selalu berkeinginan jika meninggal bisa bersih baik kondisi lahir maupun batin dan dalam khusnul khotimah. Dan setelah selesai mandi beliau tiba-tiba selayaknya terpejam tidur. Namun itulah tidur terakhir bapak di dunia ini. Karena selanjudnya bapak beristirahat untuk selama- lamanya disana. Mantri desa yang datang mengatakan bahwa bapak sudah stroke tahap 2, itu artinya sudah tidak ada harapan lagi. Betul setelah sejam selanjudnya bapak meninggal dunia.
Setelah meninggalnya bapak saya justru sering sekali bermimpi bapak masih ada, dan dalam kondisi sakit. Ada keinginan kuat saya untuk membantunya setiap dalam mimpi. Ada rasa penyesalan setelah bangun, dan apalagi saat teringat bahwa  tenyata bapak telah tiada. Saya kemudian membaca sebuah buku fiksi, yang intinya mengatakan kalau apa yang saya alami adalah bentuk ketidak-ikhalasan. Saya kemudian berkaca apa yang saya lakukan memang belum serapus persen melepas bapak. Jalan yang terbaik adalah melepasnya, mengikhlaskan dan terus mendoakan yang semoga bisa jadi amal jariyah bapak yang terus mengalir yaitu doa anak yang sholeh. Amiin
Saya seperti terkena karma terhadapa tantangan yang saya berikan kepada kelompok 1 BM Sisterhood Blogger Muslimah yang bertema “kejadian yang tak terlupakan”. Karena justru menyelesaikan tulisan ini saya lebih banyak berhenti, merenung dan mengingat bapak. Semogga tulisan ini bisa bukan saya tulisan saja tapi sebuah bentuk cinta dari seorang anak terhadap lelaki terbaiknya yaitu sang BAPAK.

Lanjutkan membaca “Aku, Bapak dan Kepergiannya”

Inilah 5 Makanan Yang Mengingatkan Pada Kampung Halaman

Bagi perantauan seperti saya adakalanya kita rindu sekali dengan kampung halaman. Terlebih ada sesuatu yang hanya tertemui disana. Terutama keluarga kita telah banyak menghabiskan waktu bersama. Selain itu suasana kampung halaman dimana kita dibesarkan banyak melukiskan kenangan yang tak bisa tergantikan dengan tempat lainnya. Begitu pula makanan khas yang hanya ada di kampung halaman mau tak mau juga membuat rindu. Meskipun kadang banyak yang bisa membuat mirip makanan tersebut namun lagi- lagi suasana plus masakan kampung halaman sungguh tak tergantikan.

Bicara makanan, apapun yang berasal dari kampung halaman punya ruang tersendiri di hati. Tapi ada 5 makanan paling favorit bagi saya yang mengingatkan pada kampung halaman, terlebih pada sang juru masak keluarga yaitu emak tersayang.

  1. Sambal Bajak. Secara pribadi saya bukan penikmat sambal. Karena perut ini tidak mau kompromi dengan sesuatu yang berbau pedas, terlebih pada sambal. Sehingga sambal atau makanan pedas menjadi salah satu makanan blacklist jika saya pergi kemana- mana. Namun tak demikian dengan sambal bajak emak. Dari komposisi tak berbeda dengan sambal bajak pada umumnya. Yang membedakan sambal bajak emak dengan yang lainnya yaitu emak lebih banyak memberikan gula sehingga selain rasa yang tidak terlalu pedas, Asam dari tomat, gurik dari bawang merah dan bawah putih juga rasa manis yang mantap dari gula jawanya. Apalagi jika dipadukan dengan lele goreng yang kering plus daun kemangi, bikin perut ini berbunyi minta segera diisi.
  2. Tumis Kulit belinjo cabai Hijau. Di daerah saya di Kediri terdapat sentra industri rumah tangga pembuatan emping belinjo. Dari situlah, kulit buah belinjo yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan untuk makanan lainnya. Selain bisa digunakan untuk keripik kulit belinjo yang nikmat, juga bisa digunakan untuk sayur atau tumis kulit belinjo. Biasanya jika pada musimnya dengan mudah kulit belinjo itu dijual dipedagang sayur. Dengan harga Rp.1000,- sudah bisa mendapatkan kulit buah belinjo yang cukup banyak. Biasanya emak paling suka memasakanya menjadi tumis yang dicampur dengan cabai hijau serta tempe. Masalah rasa, tak diragukan lagi kelezatannya. Yang jadi catatan, bagi yang terkena rematik tak jauh beda dengan emping belinjo, kulit belinjo ini bisa menyebabkan linu- linu.
  3. Rempeyek. Makanan yang satu ini memang sudah terkenal. Rasanya yang gurih dan kriuknya membuat orang suka padanya. Terlebih bagi penggemar pecel, biasanya rempeyek menjadi lauk pelengkapnya. Bagi saya, selain alasan rasa ada nilai histori tersendiri tentang rempeyek itu sendiri. Bisa dibilang dari jasa menjual rempeyek emak membantu keuangan keluarga, termasuk jatah uang saku ketika aku sekolah dulu. Dan karena emak sudah terkenal penjual rempeyek, maka rempeyek adalah jajanan khas keluarga yang selalu ada tiap hari raya dan favorit para tamu. Seolah sebuah warisan turun temurun, maka anak emak yang perempuan juga minimal bisa membuat rempeyek.
  4. Kue Puro. Mungkin tak banyak yang mengenal jajanan pasar bernama puro. Puro sendiri merupakan jajanan yang dalam proses pembuatan serta rasanya hampir sama dengan putu. Hanya puro dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk menyerupai nogosari. Meskipun begitu pembuatannya memerlukan keahlian khusus terutama jika ingin kue terasa empuk tapi tak mentah. Karena proses pembuatannya yang agak susah, jarang sekali ditemui jajanan puro ini. Biasanya si pembuat adalah orang yang sudah sepuh karena diperlukan ketelatenan dan keahlian tersendiri yang jarang dimiliki kita generasi muda. Padahal secara komposisi kue puro ini tanpa pengawet, pewarna dan pemanis buatan yang tentunya sangat perlu kita lestarikan keberadaannya.
  5. Lodeh Rebung. Bisa dibilang dulu paling tidak suka ketika emak memasak lodeh rebung. Apalagi jika rebungnya besar dan dibuat sampai belendrang (masakan kemarin). Namun ketika berada di perantauan terlebih berada di kota jarang sekali menemui rebung. Jika pun ada jarang yang segar sehingga ketika dimasak menjadi kaku, atau malah terasa pahit. Beda sekali dengan emak yang mengambil sendiri di kebun dan memilih yang masih muda sekali sehingga rebung tidak keras dan nikmat.

Karena tantangan dari mbak Rien Blogger Muslimah Sisterhoodsatu kelompok saya di Blogger Muslimah membuat saya kangen sekali dengan kampung halaman. Bukan saja tentang makanan, suasananya dan terutama orang- orang yang sangat istimewa.

Ada Pelangi Setelah Terjadi Badai

Sebagai seorang manusia pasti kita menginginkan hidup bahagia, damai dan sejahtera. Namun bukan kehidupan namanya kalo kita terbebas dari ujian dan muaibah. Selayaknya ingat pepatah, semakin tinggi suatu pohon maka akan semakin kencang tertiup angin. Begitu juga dengan kita. Bisa jadi semakin tinggi kemuliaan kita dihadapannya, akan mendapat ujian sebagai syarat kita untuk naik ke level keimanan selanjudnya.

Seperti kali ini ketika harus menyelesaikan tulisan tantangan dari Mbak Haeriyah di BM Sisterhood tentang “hikmah dari ujian” yang merupakan satu kelompok saya di Blogger Muslimah saya mendapatkan ujian itu sendiri. Saya yg seorang deatliner harus pusing tujuh keliling karena keyboard leptop tiba- tiba tak bisa. Seperti harimau kehilkatangan taringnya, saya tak bisa berbuat apa
. Karena sebuah komitmen untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati maka bisa dibilang untuk pertama kalinya saya menulis posting blog dengan menggunakan hp. Meski mata agak siwer melihat tulisan sekecil gurem, dan banyaknya tulisan yang typo namun ada bahagia tersendiri, setidaknya saya lulus ujian keyboard dan pistong tulisan.

Cerita saya atau curhat tepatnya hanya sebuah ujian sederhana yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari. Masih banyak ujian – ujian lain bahkan kadang jiwa harta dan benda yang menjadi korbannya. Namun apapun ujian itu selayaknya ada kemudahan setelah kesukaran, ada kebahagian setelah kedukaan dan juga setelah hujan badai datang ada pelangi yang kan menghiasi. Begitulah jika kita pandai mengambil pelajaran maka ujian seberat apapun akan ada hikmahnya.

Ada beberapa hikmah terhadap ujian yg diberikan oleh Allah kepada kita.

  1. Sebagai penghapus dosa. Dalam kalam cintaNya Allah menjelaskan bahwa siapa yang bersabar terhadap ujiannya maka akan mendapat pahala dariNya.
  2. Sebagai pendewasaan seseorang. Tak dipungkiri, ketika menghadapi ujian diperlukan keberanian untuk menyelesaikan ujian tersebut. Dan mau tak mau dalam pengambilan keputusan di tuntut untuk bersikap dewasa. 
  3. Menjadikan pribadi yg sabar. Ada kalanya dalam ujian kita harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita. Dan ketika kita mampu melewati ujian itu maka akan menjadikan diri pribadi yang sabar. 
Yang perlu diingat, dalam menghadapi ujian adalah bagaimana kita menyikapi ujian itu sendiri. Tentu kita ingat bagaimana sabda Baginda rasul “Sungguh mulia utusan orang mukmin, ketika mendapat nikmat akan bersyukur dan ketika mendapat ujian akan bersabar. Semoga saja kita tetmasuk golongan orang- orang mukmin itu. Amiin